digoLIFE

Pemerintah Batalkan Rencana Penyebaran Nyamuk Wolbachia, Masyarakat Bereaksi

Jumat, 17 November 2023 pukul 14.00 WIB
898 views
Pemerintah Batalkan Rencana Penyebaran Nyamuk Wolbachia, Masyarakat Bereaksi

Foto Ilustrasi

Bagikan artikel:

Jakarta, DIGO.id  -- Kasus demam berdarah yang tinggi di Indonesia mendorong Pemerintah untuk mencari solusi dengan menggunakan metode inovatif, salah satunya melalui penyebaran telur nyamuk Aedes Aegypti yang terpapar bakteri Wolbachia. Namun, rencana ini menuai kontroversi dan berbagai penolakan dari masyarakat.

 

Metode ini pertama kali diujicoba pada 2016 di Yogyakarta dengan hasil positif. Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia berhasil menurunkan kasus dengue sebesar 77.1% dan rawat inap karena dengue sebesar 86%.

 

Meskipun demikian, pada Senin (13/11/2023), Pemerintah memutuskan untuk membatalkan rencana penyebaran 200 juta nyamuk Wolbachia di Pulau Bali dan beberapa kota lainnya, seperti Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang, dan Bontang.

 

Keputusan ini diambil setelah muncul pro dan kontra terkait metode Wolbachia. Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia, yang diinisiasi oleh SFS Foundation, ASPEK Indonesia, dan Gladiator Bangsa, mengecam rencana Pemerintah dan mendesak untuk menghentikan pelepasan nyamuk tersebut.

 

Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia menyoroti kurangnya studi menyeluruh tentang efektivitas program ini, khususnya terkait dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, termasuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

 

Mereka juga mencemaskan risiko terhadap industri pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat. Tuntutan dari gerakan ini antara lain mencakup:

 

Due Diligence Mendalam: Evaluasi menyeluruh sebelum pelepasan nyamuk.

Ancaman Keamanan Nasional: Investigasi risiko IP Technology melalui Wolbachia.

Transparansi Penuh: Publik harus tahu dan menyatakan persetujuan.

Pemerintah diingatkan untuk bertindak dengan cepat dan melindungi daerah yang menjadi sasaran program ini.

 

Uc/khn