digoNEWS

Kabupaten Bandung Produksi 1.820 Ton Sampah per Hari, Bupati Tantang Pemuda Ubah Limbah Jadi Sumber Cuan

Kamis, 4 Juni 2026 pukul 23.42 WIB
2 views
Kabupaten Bandung Produksi 1.820 Ton Sampah per Hari, Bupati Tantang Pemuda Ubah Limbah Jadi Sumber Cuan

Bagikan artikel:

DigoID – Ancaman penumpukan sampah di Kabupaten Bandung kian nyata. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 3,9 juta jiwa, daerah ini menghasilkan sekitar 1.820 ton sampah setiap hari. Jika tidak ditangani secara serius, persoalan tersebut berpotensi menjadi bom waktu lingkungan di masa depan.

Kondisi itulah yang menjadi sorotan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat membuka kegiatan "Bupati Sapa Pemuda" yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (4/6/2026). Dalam kesempatan itu, Dadang mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan pembangunan daerah, mulai dari persoalan lingkungan hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Bupati yang akrab disapa KDS itu mengungkapkan, dari total 1.820 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, baru sekitar 600 ton yang mampu dikelola oleh masyarakat dan pelaku usaha. Artinya, masih terdapat sekitar 1.200 ton sampah yang belum tertangani secara optimal.

“Kalau produksi sampah mencapai 1.820 ton per hari dan dibiarkan begitu saja, maka suatu saat bisa terjadi gunung sampah di Kabupaten Bandung. Saat ini yang sudah bisa dikelola oleh masyarakat dan pelaku usaha baru sekitar 600 ton per hari, sehingga masih ada sisa sekitar 1.200 ton sampah per hari yang harus kita selesaikan bersama,” ujar KDS.

Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan.

Ia bahkan menilai sampah bukan sekadar masalah, melainkan peluang ekonomi yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal. KDS menegaskan bahwa berbagai jenis limbah, terutama plastik dan sampah anorganik lainnya, memiliki nilai jual tinggi jika dikelola dengan baik.

“Kata siapa tidak ada uang dari sampah? Ada uang dari sampah. Bisa beli motor dari sampah, bisa beli mobil dari sampah, bahkan bisa berangkat haji dari sampah. Yang penting ada kemauan untuk mengelolanya,” katanya.

Menurut KDS, langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah dapat menjadi awal lahirnya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kebiasaan tersebut juga dapat membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular.

“Mari mulai berpikir mana sampah organik dan mana sampah anorganik. Jangan menunda pengelolaannya karena akan menimbulkan bau dan polusi. Ini bagian dari budaya hidup sehat yang harus kita bangun bersama,” ujarnya.

Selain menyoroti isu lingkungan, KDS juga mendorong para pemuda Kabupaten Bandung untuk berani memasuki dunia usaha. Menurutnya, peluang ekonomi saat ini terbuka luas di berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif, digital, pertanian hingga industri manufaktur.

Dalam pemaparannya, ia membagikan tiga prinsip yang menurutnya menjadi fondasi utama kesuksesan seseorang, yakni keberanian, kejujuran, dan tanggung jawab.

“Kalau ingin menjadi orang sukses, ada tiga prinsip utama yang harus dipegang. Pertama keberanian, kedua kejujuran, dan ketiga tanggung jawab. Modal itu nomor seratus. Yang paling penting adalah keberanian untuk memulai,” ungkapnya.

KDS menilai banyak orang gagal berkembang bukan karena kekurangan modal, melainkan karena takut mengambil langkah pertama. Oleh karena itu, ia meminta para pemuda untuk terus belajar, berani mencoba, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu dan penguatan spiritualitas sebagai bekal membangun masa depan. Menurutnya, mimpi besar hanya dapat diwujudkan jika dibarengi dengan kerja keras, perencanaan yang matang, dan konsistensi dalam menjalankannya.

“Kalau kita punya mimpi besar, cita-cita besar, dan dibarengi spiritualitas yang kuat, maka akan muncul energi positif yang mendorong lahirnya karya-karya nyata,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, KDS menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda melalui kerja sama dengan komunitas, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, hingga dunia usaha.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga terus berupaya menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan, termasuk dari luar negeri.

“Saya sengaja setiap tahun berupaya membuka hampir 10.000 lapangan kerja. Kemarin kami juga menerima kunjungan dari Jepang yang membutuhkan tenaga kerja dari Kabupaten Bandung. Ini peluang yang harus dipersiapkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Optimisme terhadap kemampuan generasi muda Kabupaten Bandung juga disampaikan KDS berdasarkan pengalaman yang ia temukan langsung. Menurutnya, banyak anak muda yang telah berhasil membangun usaha mandiri dengan omzet ratusan juta rupiah meski masih berusia sangat muda.

“Saya sudah melihat beberapa pemuda Kabupaten Bandung yang berhasil. Ada yang di usia 20 tahun sudah memiliki omzet Rp500 juta per tahun, bahkan ada yang penghasilannya mencapai Rp1 juta per hari. Ini membuktikan bahwa anak muda Kabupaten Bandung mampu bersaing dan sukses,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, KDS berharap para pemuda semakin termotivasi untuk menjadi generasi yang produktif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan daerah.

“Pemerintah daerah akan terus hadir dan membuka peluang bagi generasi muda. Jangan pernah putus asa, terus belajar, terus berinovasi, dan berani mengambil peluang untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.