digoNEWS

Jawa Barat berhasil Kurangi Angka Kemiskinan

Kamis, 19 Januari 2023 pukul 12.00 WIB
877 views
Jawa Barat berhasil Kurangi Angka Kemiskinan

Ilustrasi masyarakat di wilayah miskin.

Bagikan artikel:

BANDUNG -- Jumlah angka kemiskinan di Jawa Barat terus berkurang. Hal ini sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat yang mengatakan bahwa dalam enam bulan terakhir, angka kemiskinan jumlahnya menurun.


BPS Jabar menyebutkan perubahan jumlah warga miskin di Jawa Barat itu terjadi periode Maret hingga September 2022. Jumlah penduduk miskin pada September 2022 ini sebesar 4,05 juta jiwa. Menurun sebanyak 17.360 jiwa dari posisi Maret 2022.


Persentase penduduk miskin pada September 2022 sebesar 7,98 persen. Meski begitu, jika dibandingkan dengan posisi September 2021, jumlah penduduk miskin September 2022 mengalami kenaikan 0,01 persen.


Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat, Fani Cahyandito mengatakan, kondisi penurunan kemiskinan di Jawa Barat lebih baik jika dibandingkan dengan data secara nasional.


Secara nasional angka kemiskinan justru mengalami kenaikan antara Maret hingga September 2022, yakni sebesar 0,03 persen poin.


Menurut Fani, penurunan kemiskinan di Jawa Barat perlu mendapatkan apresiasi di tengah naiknya angka kemiskinan nasional. Ini berarti program-program di Jawa Barat berjalan efektif.


"Artinya program-program di Jabar berjalan efektif, kena sasaran betul," kata Fani di Kota Bandung pada Rabu, 18 Januari 2023.


Beberapa program yang berhasil dan berdampak pada pengurangan angka kemiskinan di Jawa Barat melalui pemberayaan ekonomi masyarakat, di antaranya OPOP (One Pesantren One Product), OVOP (One Vilage One Company), Petani Milenial hingga penyaluran Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera).


Kemudian program pengurangan beban biaya hidup masyarakat juga dilaksanakan tepat waktu dan sasaran, seperti sekolah gratis, bantuan biaya kesehatan hingga bantuan sosial.


Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, Program OPOP sejak 2019 hinggga akhir 2022 telah berhasil diikuti sebanyak 2.844 peserta di 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat.


Tahun ini, Pemprov Jabar kembali menyeleksi peserta OPOP dengan target peserta sebanyak 2.156. Jumlahnya meningkat tajam dibandingkan tahun 2022 yang hanya menyeleksi kurang dari 300 peserta.