digoTIC

Dirlantas Polda Sumbar tindak tegas personel

Jumat, 7 Oktober 2022 pukul 22.16 WIB
750 views
Dirlantas Polda Sumbar tindak tegas personel

(Foto: ant)

Bagikan artikel:

Padang - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat menyatakan akan menindak tegas personel polisi lalu lintas yang mencari-cari kesalahan masyarakat saat berkendara di jalan raya.

"Ini sudah sering kita ulang-ulang kepada anggota agar tidak mencari kesalahan pengendara saat melintas di jalan raya," kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Komisaris Besar Polisi Hilman di Padang, Jumat 07 Oktober 2022.

Menurut ia, petugas yang melakukan pelanggaran dengan mencari cari kesalahan masyarakat akan ditindak tegas, mulai dari penindakan berupa pengawasan dari Ditlantas Polda Sumbar hingga penindakan oleh Propam.

Ia mengatakan dalam pelaksanaan Operasi Zebra Singgalang yang berjalan saat ini, pihaknya fokus pada pelanggaran kasat mata yang dilakukan pengendara dan pelanggaran yang dapat menyebabkan kecelakaan.

"Kalau masyarakat sudah lengkap baik dokumen maupun syarat berkendara tentu tidak akan ditilang," katanya.

Operasi Zebra Singgalang yang digelar pada 3 hingga 16 Oktober 2022 fokus pada tujuh jenis pelanggaran yang menjadi prioritas, yakni pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan telepon genggam, pengemudi kendaraan bermotor masih di bawah umur atau yang tidak punya SIM dan berboncengan lebih dari dua orang.

Kemudian, tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), mengemudikan kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, melawan arus, dan pengemudi kendaraan bermotor yang tidak menggunakan sabuk pengaman.

Selain itu Hilman juga meminta kepada seluruh personel polisi lalu lintas di Sumatera Barat agar tidak mencari-cari kesalahan pengendara lalu lintas, terutama pengemudi angkutan umum, baik konvensional maupun dalam jaringan (online).

"Ini yang perlu saya tekankan kepada personel di lapangan agar tidak mencari-cari kesalahan yang dilakukan pengendara," katanya.

Hilman meminta agar pengemudi angkutan daring tidak takut kepada polantas dan meminta agar mereka dijadikan sahabat. "Kita meminta tukang ojek dan angkutan umum agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Personel juga jangan asal tilang mereka," ujarnya.

Ia menambahkan apabila petugas terus mencari-cari kesalahan masyarakat maka akan membuat mereka kesulitan dan menambah beban kehidupan mereka setelah adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kita minta petugas agar tidak langsung melakukan tilang terhadap masyarakat, namun lebih kepada teguran untuk kesalahan yang tidak berpotensi menyebabkan kecelakaan," imbuhnya.
Menurut Hilman, apabila pelanggaran itu berpotensi menyebabkan kecelakaan maka baru dilakukan tilang agar mereka jera melakukan pelanggaran.
(ant)